Beyond Mobility – Macet, Siapa Takut

Sejalan dengan tema GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, Beyond Mobility, maka di ajang GIIAS 2018 ini dapat ditemukan Beyond Mobility Area di mana pengunjung dapat melihat dan merasakan berbagai teknologi terkini yang dimiliki merek-merek mobil yang ada di Pameran ini. Informasi tentang berbagai teknologi ini dikemas dengan menarik dan dilengkapi dengan berbagai alat peraga bahkan mobil yang mengusung teknologi ini dapat ditemukan di Beyond Mobility Zone yang terletak di loading dock, 8, 9, 10, ICE, BSD, Tangerang.

Beberapa teknologi yang dipamerkan sebagian adalah teknologi yang mempermudah dan membuat pengemudi serta penumpang menjadi lebih nyaman dalam mengendarai kendaraannya. Kemacetan lalu lintas menjadi bagian dari kehidupan di kota besar, termasuk kota Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya. Tidak ada hari tanpa kemacetan, tidak terkecuali pada akhir pekan.

Kenyataan itu membuat perusahaan pembuat mobil, terutama mobil-mobil papan atas dan papan tengah, melengkapi mobil-mobil yang dibuatnya dengan serangkaian teknologi yang membuat mengemudikan di kemacetan lalu lintas tetap aman dan nyaman.

Saat mobil berjalan di kepadatan lalu lintas, di mana jarak antara mobil dan mobil di depannya sangat rapat (bumper to bumper), seringkali fokus pengemudi teralihkan karena satu dan lain hal sehingga mobil menabrak mobil di depannya karena pengemudi terlambat menginjak pedal rem. Atau, tidak menginjak pedal rem cukup dalam. Untuk mengantisipasi hal seperti itu, perusahaan mobil memperkenalkan teknologi Smart City Brake Support. Teknologi ini memungkinkan mobil menerapkan rem secara otomatis, apabila sensor menganggap mobil sudah terlalu dekat dengan mobil di depannya dan pengemudi tidak menginjak pedal rem.

Padatnya lalu lintas, membuat pengemudi sering sekali berpindah-pindah lajur mencari lajur yang lebih lancar. Pada saat pengemudi berpindah-pindah lajur itu potensi terjadinya kecelakaan saat tinggi karena sering kali pada saat berpindah lajur pengemudi tidak melihat adanya kendaraan di titik mati (blind spot). Titik mati adalah titik-titik di dekat mobil yang tidak dapat dilihat pengemudi lewat kaca spion dalam serta kaca spion kiri dan kanan. Dengan blindspot monitoring, kehadiran kendaraan di blind spot dapat diketahui pengemudi lewat peringatan yang muncul di bagian pinggir kaca spion samping kiri atau kanan, sesuai dengan keberadaan kendaraan itu di kiri atau kanan. Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.

Ada teknologi lain, yang juga membantu pengemudi dalam kemacetan, yakni teknologi automatic brake hold. Teknologi itu memungkinkan pengemudi untuk tidak perlu secara terus-menerus menginjak pedal rem selama mobil berhenti. Dengan automatic brake hold, pengemudi cukup menginjak pedal rem hingga mobil berhenti, setelah itu injakan kaki pada pedal rem dapat dilepaskan. Mobil akan tetap berhenti. Mobil baru berjalan kembali ketika pengemudi menginjak pedal gas.

Teknologi ini amat berguna ketika mobil berhenti di jalan menanjak. Pengemudi dapat melepaskan kaki dari pedal rem tanpa perlu khawatir mobil akan mundur. Keadaan yang sama juga berlaku pada saat mobil berhenti jalan menurun. Mobil baru akan berjalan ketika pengemudi menginjak pedal gas. Kekhawatiran yang dialami pengemudi di masa lalu, saat berhenti di jalan yang menanjak sudah berlalu.

Dalam keadaan pengemudi secara tidak sengaja menginjak pedal gas dan pedal rem secara bersamaan, teknologi brake override akan mengambil alih dengan mengaktifkan pedal rem. Memundurkan mobil yang diparkir secara vertikal di jalan yang ramai merupakan tantangan sendiri. Bahkan, terkadang karena abai atau kurang fokus, pengemudi langsung memundurkan mobilnya tanpa mengetahui apakah ada kendaraan yang akan melintas di belakangnya. Dengan adanya fitur rear cross traffic alert, pengemudi dapat mengetahui apakah ada kendaraan yang akan melintas di belakangnya atau tidak, dan dapat memundurkan mobil yang diparkir vertikal dengan aman.

Dengan adanya teknologi auto parking car atau self-parking car, pengemudi yang merasakan kesulitan ketika akan memarkirkan mobil, baik vertikal maupun horizontal, tidak perlu khawatir lagi karena mobil akan membantu pengemudi memarkirkan mobilnya. Bahkan, dengan teknologi remote parking pilot, mobil dapat memarkirkan dirinya sendiri tanpa kehadiran pengemudi. Teknologi itu sangat berguna ketika akan memarkir mobil di garasi yang sempit. Jika pengemudi yang memarkirkan mobilnya, ia tidak dapat turun dari mobil karena pintu mobil tidak dapat dibuka. Dalam keadaan seperti itu, pengemudi cukup memposisikan mobil di depan garasi, turun dari mobil, dan menekan tombol remote parking pilot pada remote control. Teknologi akan memarkirkan mobil itu dengan sendiri dengan rapi.

Romi, Presiden Direktur Seven Event, selaku organizer GIIAS 2018, mengungkapkan bahwa GIIAS memberikan ide dan inspirasi lewat pengalaman di Beyond Mobility Area. “Pengunjung dapat menemukan inspirasi lewat interaksi langsung dengan berbagai fitur teknologi terkini, di Beyond Mobility Area harapannya pengetahuan yang didapat di GIIAS bisa membuat perjalanan pengunjung dengan mobil menjadi lebih aman dan nyaman”.

Teknologi otomotif terkini tidak semua terdapat di Beyond Mobility Zone, beberapa teknologi dapat ditemui langsung di booth masing-masing merek, khususnya untuk mobil-mobil papan atas dan mobil-mobil papan tengah di Area GIIAS 2018.

Facebook Comments
GIIAS

About GIIAS

Driven with Passion byEndorsed by
gaikindosevenoica

GIIAS_ID

GIIAS 2018

Show days : 02 - 12 August 2018
Venue : Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD

VIP & Press Day
Date : Thursday, 02 August 2018
Open for Public : 17.00 - 21.00 WIB

Opening Hours
Monday - Friday : 11.00 - 21.00 WIB
Saturday - Sunday : 10.00 - 21.00 WIB

Entrance Fee
VIP & Press Day (02 Aug 2018) : Rp. 200.000
Monday - Friday : Rp 50.000,-
Saturday - Sunday : Rp 100.000,-

*Free Admission for:
- Children under 7 years old / max 120 cm height
- Elderly person above 65 years old

GIIAS 2018. Exhibition by Seven Event